Rumpin – PublikBicaraNews.id, Bogor | Pelatihan Kesadaran Bela Negara bagi peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Bank Indonesia (Sespi BI) Tahun 2026 resmi ditutup pada 2 April 2026 di Pusat Kompetensi Bela Negara, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan, Kementerian Pertahanan.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 30 Maret hingga 2 April 2026 ini diikuti oleh sebanyak 158 peserta.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi para calon pemimpin di lingkungan Bank Indonesia.
Dalam sambutannya pada acara penutupan, Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara Brigadir Jendral TNI Ferry Trisnaputra, S.E., M.A., M.S.P. menyampaikan rasa bangga atas antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama pelatihan berlangsung.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai bela negara harus terus diinternalisasikan dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Sebagai bagian dari Lembaga yang memiliki peranan sentral dalam perekonomian nasional, setiap tindakan saudara harus mencerminkan komitmen terhadap kedaulatan ekonomi bangsa.
Saudara dituntut untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjadi teladan bagi Masyarakat luas,” ujarnya.
Selama empat hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi, antara lain wawasan kebangsaan, nilai dasar bela negara, kepemimpinan berkarakter, serta pemahaman terhadap ancaman nonmiliter.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, simulasi, dan praktik lapangan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman serta menumbuhkan semangat kebersamaan.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta Sespi BI Tahun 2026 mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas, dan semangat bela negara yang tinggi.
Penutupan kegiatan ini menandai komitmen berkelanjutan Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan dalam memperkuat kesadaran bela negara di berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.









